Kamis, 21 Maret 2013

Terapi Psikoanalisa

Pengertian
Psikoterapi yang menggunakan teknik Psikoanalisa atau sering disebut sebagai Terapi Psikoanalisa merupakan suatu terapi yang dicetuskan oleh Sigmund Freud.
Terapi ini bertujuan untuk membentuk kembali karakter individu dengan cara membuat seseorang yang unconscious (ketidaksadaran / segala sesuatu yang sukar muncul ke dalam kesadaran) menjadi conscious (sadar /segala sesuatu yang disadari).
Selain itu terapi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kontrol ego ; dan fokus pada upaya mengalami kembali pengalaman masa anak-anak (untuk mengetahui kapan awal gangguan itu).
Di dalam terapi Psikoanalisa ini, peran seorang terapis antara lain adalah : membantu klien dalam mencapai kesadaran diri (conscious), kejujuran, dan keefektifan dalam melakukan hubungan personal dalam menangani kecemasan secara realistis ; membangun hubungan kerja yang profesional dengan klien, yaitu dengan banyak mendengarkan cerita atau uraian dari klien dan menafsirkannya; terapis memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien (maksudnya adalah terapis harus peka terhadap masalah/bagian dari cerita atau uraian apa saja yang tidak ingin diceritakan oleh klien.
Dari situ terapis bisa mulai mengetahui topik apa yang mengganggu klien atau akar masalah klien) ; mendengarkan kesenjangan-kesenjangan dan pertentangan-pertentangan pada cerita klien (hal ini dimaksudkan agar terapis menganalisis kesenjangan dan pertentangan itu untuk mengetahui akar dari masalah yang menggelayuti klien).

Konsep-konsep Terapi Psikoanalisis
 Anxiety/Kecemasan
  • Anxiety realita---> Adalah rasa takut akan bahaya dari dunia luar dimana individu tidak dapat menerima kenyataan.
  • Anxiety neurotic--->Adalah rasa takut yang muncul ketika insting tidak dapat dikendalikan dan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu yang nantinya akan mendapat hukuman
  • Anxiety moral--->Adalah rasa takut yang muncul pada orang-orang yang memilki superego yang tinggi, orang-orang dengan perkembangan moral yang baik akan merasa berdosa ketika merka melakukan suatu hal yang bertentangan dengaan nilai moral.
 Struktur Kepribadian
·     Id
Id (berkembang sejak lahir hingga usia dua tahun) merupakan lapisan psikis yang paling dasar di mana cinta dan kematian berkuasa. Id bersifat primitif, tidak terkendali, dan emosional: “sebuah dunia yang tidak logis”. Naluri bawaan seperti seks, agresif, dan keinginan-keinginan yang direpresi berada di sini. Prinsip kesenangan mendominasi bagian ini sedangkan ruang, waktu, beserta logika yang berkenaan dengan hukum kontradiksi tidak berlaku. Dalam Id energi dipergunakan untuk memuaskan naluri melalui tindakan refleksi dan pemuasan keinginan segera. (jurnal “Mengkaji Lucia Hartini Dan Lukisannya Dari Perspektif Psikoanalisis)
Id adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera.

·    Ego
Ego (berkembang sejak berusia dua tahun) beraktivitas di semua lapisan; bersifat sadar manakala melakukan aktivitas sadar seperti persepsi lahiriah, persepsi batiniah, dan proses-proses intelektual; berlaku prasadar saat melakukan fungsi ingatan; dan aktivitas tak sadar Ego dijalankan dengan mekanisme pertahanan (defence mechanisms). Mekanisme pertahanan diri dapat dilakukan dengan cara sublimasi (misalnya mengatasi stres dengan melukis atau olah raga), represi, regresi, fiksasi, identifikasi, proyeksi, penolakan, dan pengalihan (displacement). Mempertahankan keutuhan kepribadian dan adaptasi dengan lingkungan melalui prinsip realitas adalah peran utama Ego. (jurnal “Mengkaji Lucia Hartini Dan Lukisannya Dari Perspektif Psikoanalisis)

·     Superego
Superego (berkembang saat berusia tiga tahun dan dipengaruhi orang tua) dibentuk melalui internalisasi larangan atau perintah yang berasal dari luar hingga menjadi sesuatu yang menjadi milik subjek sendiri. Aktivitas Superego sebagai dasar hati nurani saat menyatakan diri dalam konflik dengan Ego yang dirasakan dalam emosi seperti rasa bersalah, menyesal, dan sebagainya. Termasuk di sini observasi diri, kritik diri inhibisi. Jika Superego mempertimbangkan orang lain, maka Id dan Ego bersifat egois. Konsekuensi teori ini terhadap psikoanalisis adalah konflik tidak lagi dianalisis sebagai pertentangan antarnaluri, melainkan pertahanan Ego terhadap dorongan naluriah

 Terapi Psikoanalisa terdiri dari beberapa teknik, antara lain:
  1.  Free Association
  2. Interpretation of Resistance
  3. Dream Analysis
  4.  Analysis of Transference
  5. The Other Psychopathology of Everyday Life
  6. Emotional Reeducation
Tahap treatment dalam terapi Psikoanalisis, antara lain :
1.   Opening phase
2.   Developing of transference
3.   Working through       
4.   Resolution of transference


Sumber :
http://psikologioke.wordpress.com/2012/04/02/terapi-psikoanalisa/ 
indryawati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21332/TERAPI+PSIKOANALISIS.doc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar